Main Menu

Indeks
Materi & Trik

SB Login

Chatting Yuk

Pesan Terakhir: 1 hari, 14 jam ago
  • doyok : ngantuk
  • Beje : kangen ro anak...
  • admin : buru2 ngaoain sih
  • Beje : sedelo maneh mulih ...
  • Beje : iyo,...
  • admin : weh ana kang beje
  • Beje : bajinguk...
  • Beje : biar sepi asal rame..
  • Beje : ombo,.....oooo
  • Beje : monggoooo
  • bego_nian : ayo222..... masuk ge..
  • bego_nian : tamune mung nginguk tok..
  • bego_nian : kok swpi trus
  • bego_nian : terapkane kok ra iso yo... ?
  • doyok : head line yg mana ya?
  • m_a_p : tiba2 muncul nama saya sebagai penulis artikel.mohon penjelasannya..
  • m_a_p : saya nggak pernah nulis di situs ini tapi nama saya dipakai sebagai penulis artikel. dan saya kaget ketika doyok sebagai admin menulis nama saya sebagai penulis artikel pada headline situs ini sekarang.memang nama abu syahadah adalah member ID saya dulu, tapi karena saya lupa passwordnya kemudian saya tinggalkan.sedangkan saya juga pernah minta admin untuk mengirim password baru ke saya, tapi saya tak pernah dapaet password baru lagi.jadi ya saya tinggalkan saja nama itu.tapi tiba2 muncul nama s
  • m_a_p : malam...wah koq spertinya ada yang salah nih..aku nggak merasa ernah nulis artikel di situs ini,tapi
  • doyok : kalo dipaksain, malah ga bisa buka
  • doyok : desainnya pake yg sederhana. biar bukanya cepet
  • m_a_p : kalo masalah kaco kan tinggal desainnya gimana..biar enak..
  • doyok : kalo di tampilin di depan jadi ga teratur/kacau
  • doyok : kalo ilmu enaknya di taruh di forum. biar rapi jali
  • m_a_p : yah, mana kita tau kalo cuman disimpen di forum..?! tampilin kek di depan..pokoke bikin situs ini paling depan di search-engine..ok?
  • doyok : «link»
  • doyok : sering sering masuk forum. udah gue tulis semua di sana materinya
  • m_a_p : situs ini kbanykan bahas isu diluar sb,tp kurang mmberi ilmu bgi aggta aggta sb sndiri..gak ada pengetahuan ttg cara nyebrang sungai,cara bikin bivak,nggak jelasin ttg tehnik panjat..dll. oya,kasih tampilan flashnya dooong.
  • doyok : cepet jgn lama2. kalo ada yg kurang tinggal ane buatin, gitu rojer
  • m_a_p : bentar..1putaran ya..aku pikirin dulu..
  • doyok : situs ini kurang tampilan apa?
  • m_a_p : elo ngomong apaan seh..
  • doyok : aku mo tanya dikit kie, iso ra?
  • m_a_p : nggak sih..kamu gak lupa,cuman gak tau aja..hehe
  • doyok : lupa tuh hehehe
  • m_a_p : salah! kita pernah berapa kali ktmu

Khusus Bagi Anggota SB Terdaftar

Pengunjung

Saat ini terdapat no tamus dan no anggotas online

Helosen mempunyai 74 anggotas terdaftar.

5 Anggota Terbaru

anang(anang maulana)
m_a_p(m_a_p)
hamzahtul(hamzahtul)
andi pramono(ambon)
dhuwik(dwi ari wibowo)

Latest Comment

Liat Penyu Bertelur
Sekedar berbagi peng...
Tawur lagi tawur lag...
karena denok udah da...
Intermeso (Terserah ...
wah mantab kerjo nag...
Tawur lagi tawur lag...
MBoleh gak aku ikut ...
Jangan Beli Batik Di...
Betul itu Mas Heru.....

Top Comment Posters

  doyok
(58 comments)
  wawicaksono
(55 comments)
  Yuli Kris
(39 comments)
  Beje
(35 comments)
  mono
(24 comments)

Newsflash

wp-yellow.jpgHelosen.com mempunyai blog baru lagi. Kali ini blog helosen difasilitasi oleh kampus uns. namun karena kapasitasnya terbatas (hanya 10MB), dengan menyesal hanya saya isi dengan direct judul konten. biar lebih jelasnya, silahkan masuk ke http://helosen.ormawa.uns.ac.id/

 
 

Cari File/Naskah

Cerita dari Jepara
joko ismoyo   
Selasa, 04 Desember 2007
Seru dan hebatPemasangan banner raksasa oleh aktivis Greenpeace di PLTU Jepara berlangsung tegang. Adu mulut, pentungan, dan bahkan tembakan sempat mewarnai aksi tersebut.

Ketegangan mulai terjadi saat 10 aktivis Greenpeace hendak naik tower untuk memasang banner berukuran 20 kali 30 meter di PLTU Tanjung Jati B di Desa Tubanan, Kembang, Jepara, Sabtu (1/12/2007).

Meski dihalang-halangi, enam aktivis sukses menaiki tower setinggi 60 meter dan memasang banner bertuliskan «coal kill climate» itu. Sebagian aktivis menahan petugas yang hendak naik tower

Sesaat setelah banner terpasang, beberapa petugas keamanan PLTU berhasil naik tower dengan menggunakan sedikit «kekerasan» seperti teriakan, pentungan, dan tembakan peringatan
 
Alamaaak... Ternyata Keberhasilan Pendakian Itu Dipengaruhi Gen
wicak   
Selasa, 20 November 2007

playwithsha993.jpg Sudesha Sarkar, seorang psikhiatris yang mempelajari para pendaki selama lebih dari empat tahun untuk meneliti kepribadian mereka di Kathmandu mengatakan, gen menentukan siapa yang bisa mendaki Everest. Keberhasilan mendaki puncak-puncak tertinggi sangat tergantung dari gen dan kepribadian orang tersebut.

Jadi kita gak perlu ngotot dan maksa-maksa seseorang untuk mau mendaki apalagi memaksanya untuk sampai mendaki sampai ke puncak jika ternyata orang tersebut memang secara genetika tidak memiliki gen seorang pendaki. Percuma… pasalnya gen adalah sifat bawaan yang tidak bisa dibangun dan dikembangkan dari luar.

Tak perlu juga kita memaksa seseorang atau organisasi untuk melakukan ekspedisi pendakian puncak-puncak tertinggi yang monumental kalau ternyata memang gen anggota organisasi tersebut bukanlah gen pendaki seperti yang diungkapkan Sudesha di atas.

Biarlah saja semua berjalan alami. Kalau memang orang tersebut memiliki gen pendaki maka tak perlu lagi kita paksa maka secara intuitif maka orang tersebut akan selalu dan terus berusaha untuk melakukan pendakian-pendakian yang tanpa sadar didorong oleh sifat gen mereka sendiri. 

 

 

 
Tuginem, Buruh Gendong
joko ismoyo   
Senin, 22 Oktober 2007
buruh gendong

Satu persatu tumpukan karung buah salak itu ia pindah dari mobil ke dalam gudang. Sudah seringkali kulit keras buah salak itu menusuk punggungnya namun ia hanya bisa meringis menahan sakit. Pekerjaan belum usai namun tenaga sudah hampir habis, sementara sang matahari masih bersemangat menghujani sinarnya ke tubuh kurus tersebut.


Tuginem, nama perempuan pemilik tubuh kurus tersebut, namun jangan kaget, umurnya baru kepala empat, tepatnya baru 40 tahun. Sudah lebih dari 20 tahun Tuginem bekerja sebagai buruh gendong di pasar Bringharjo, jogjakarta. Selama itulah keringat, debu dan panas telah menjadi kawan akrabnya dalam memenuhi kebutuhan hidup.


 
Habitat dirusak, berbagai satwa terancam punah
joko ismoyo   
Kamis, 08 November 2007
tebang teyus,..Setiap tanggal 5 November, bangsa ini memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Sayangnya, peringatan yang dilakukan setiap tahun ini tidak mengurangi ancaman terhadap flora dan fauna di Indonesia. Bahkan dari waktu ke waktu, kepunahan berbagai macam flora fauna yang kita miliki terus bertambah.

Indonesia yang selama ini dikenal sebagai «mega diversity» kini telah berubah menjadi «mega extinction.» Artinya tingkat kerusakan atau kepunahan flora fauna kita saat ini amat sangat besar. Ancaman utamanya adalah keserakahan manusia yang tanpa peduli memperlakukan berbagai flora dan fauna, hanya melihat sisi ekonominya saja tanpa memperhitungkan kerugian ekologis di masa mendatang.

Beberapa jumlah yang terancam punah diantaranya dari kelompok Orang Utan dan Harimau Sumatera. Sedangkan Harimau Jawa dan Harimau Bali sudah dinyatakan punah. Beberapa spesies yang juga menghadapi ancaman kepunahan diantaranya 104 jenis burung, 57 jenis mamalia, 21 jenis reptil, 65 jenis ikan tawar, dan 281 jenis tumbuhan.



 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>