|
joko ismoyo
|
|
Rabu, 01 Oktober 2008 |
Kadar CO2 di atmosfer sejak tahun 2000 meningkat empat kali lebih cepat ketimbang sepuluh tahun sebelumnya. Hal itu tampak dari laporan Global Carbon Project. Peningkatan itu lebih tinggi ketimbang kebanyakan skenario negatif yang dibuat panel iklim PBB. Hal itu menyangkut peningkatan suhu maksimal enam derajat Celsius di tahun 2100. Di tahun 2007 tercatat emisi CO2 sebesar 10 milyar ton. Hal itu tampak dari laporan terbaru Global Carbon Project (GCP). Laju pertumbuhan ekonomi, penggunaan sumber-sumber energi yang tidak efisien dan degradasi sistem penyerapan CO2, seperti hutan-hutan dan lautan, ikut berandil dalam perkembangan yang dramatis itu. Menurut GCP jelas bahwa peningkatan itu terjadi pada periode di mana dunia telah mengakui urgennya kebijakan iklim. Namun terjadi juga peningkatan yang samasekali tak terduga itu. «Kita dalam waktu lima tahun terakhir mengenal kian tumbuhnya ekonomi dunia ketimbang waktu sebelumnya», ujar Profesor Pier Vellinga, Guru Besar Perubahan Iklim dari Univesitas Wageningen. «Hal itu sebagai sisi lain bahwa lebih banyak energi telah digunakan dan kian banyak CO2 mencemari udara. |
|
joko ismoyo
|
|
Minggu, 28 September 2008 |
Kapal Greenpeace Esperanza (dalam bahasa Spanyol berarti «harapan») akan berlayar ke Indonesia dalam bagian tour «Forest for Climate» mulai dari tanggal 6 Oktober sampai 15November2008. Kapal ini akan tiba di Jayapura, Papua pada tanggal 6 Oktober untuk menyoroti masalah pertahanan hutan alam asli terakhir di Indonesia. Kapal Esperanza akan membawa spanduk yang bertuliskan 'Stop Penghancuran Hutan, Stop Penghancuran Iklim». Hutan tropis menyimpan karbon yang disimpan di dalam tanah dan pepohonan. Seperti spons, mereka menyerap karbondioksida yang dilepas ketika bahan bakar fosil dibakar untuk keperluan energi. Kita memerlukan hutan yang luas untuk menyerap gas rumahkaca, memerangi perubahan iklim dan melindungi planet ini. Esperanza hadir di Indonesia untuk menyerukan pada pemerintah Indonesian untuk menerapkan moratorium secepatnya bagi semua bentuk konversi hutan, termasuk untuk penebangan industrial, ekspansi perkebunan kelapa sawit dan berbagai penyebab deforestasi. Hal ini dibutuhkan untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, melindungi kekayaan keanekaragaman hayati tropis dan melindungi kehidupan jutaan orang yang hidup dan bergantung pada hutan di seluruh Indonesia. |
|
Budi Jatmiko
|
|
Rabu, 24 September 2008 |
Selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin Lihatlah matahari dan rembulan menari-nari melihat dirimu memaafkanku sebelum kuminta. Kala air hujan jatuh membasahi bumi larutkan debu-debu di dedaunan Kala maafmu terucap untukku larutkan debu-debu dosa dari diriku Seperti meja kerja yang tertata rapi Seperti piring di rak yang kering dan bersih Seperti meja makan yang dipenuhi hidangan Begitulah aku mempersiapkan diri untuk jamuan kata maaf darimu Indahnya mawar boleh dihiasi duri Indahnya perdu boleh dihiasi benalu Indahnya langit boleh dihiasi mendung Namun indahnya persahabatan kita hanya boleh dihiasi ketulusanmu memaafkanku |
|
joko ismoyo
|
|
Minggu, 21 September 2008 |
Hingga kini, Solo belum memiliki dinding panjat yang bisa digunakan untuk mempertandingkan tiga nomor pertandingan yaitu: jalur pendek (boulder), kecepatan (speed) dan rintisan (lead). Padahal dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2009 mendatang, panjat tebing adalah salah satu olah raga yang dipertandingkan. Andaipun ada, saat ini belum ada papan boulder, lead dan speed yang berada di satu. Tempat masing-masing sarana tersebut terpencar di kota Solo, dan tidak bisa dipindahkan karena dibangun permanen. Kalau tetap akan diadakan, maka tiap-tiap kategori tersebut akan dilaksanakan di tempat yang terpisah. Tapi bagi saya itu sangat berat. Dan hingga sekarang pun di eks-Karesidenan Surakarta belum ada sarana panjat tebing yang sarana boulder, lead dan speed ada di satu tempat, Salah satu solusi untuk dapat mempertandingkan panjat tebing dalam satu tempat. Mau tak mau FPTI Pengcab Solo harus membuat wall baru terpadu. Untuk biayanya, diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 750 juta. |
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|