|
wicak
|
|
Rabu, 07 November 2007 |
|
Seorang teman berencana membuat film dokumenter tentang «Orang-orang Langka» di negeri ini. Yaitu orang yang cinta dan fanatik dalam hal pelestarian lingkungan. Bukan dalam tindakan-tindakan besar, tapi sekedar selalu menunjukkan kecintaannya pada lingkungan yang diungkapan melalui hal-hal keseharian yang terlihat sepele. Misalnya, ia menolak menggunakan kantong plastik untuk barang belanjaannya, ia selalu membawa kantong belanja sendiri bila pergi berbelanja. Setiap pergi ia membawa kantung untuk menyimpan sampah yang dihasilkannya. Lebih memilih membawa air minum dari rumah dibandingkan membeli air minum dalam kemasan plastik, menolak menggunakan stereofoam untuk berbagai kebutuhannya, hemat listrik, memilih berjalan kaki atau naik sepeda bila bepergian jarak dekat, dsb
|
|
wicak
|
|
Rabu, 31 Oktober 2007 |
Suatu petang Fuad baru pulang dari liputan bercerita. Ternyata dia baru saja pulang dari liputan di TN Gn. Halimun. Wow
denger cerita Fuad tentang indahnya Halimun aku jadi bener-bener ngiler. Dan ternyata Fuad memang tak boong. TN Gn. Halimun bener-bener yahuud. Maklum, pengelolanya bukan Indonesia sendiri, melainkan orang-orang Jepang. Sayang ya
Ups
nanti saja ya, cerita tentang Gn. Halimunnya. Kita fokus dulu pada salah satu cerita dahsyat Fuad yang sangat menggebu tentang binatang bernama Owa. Binatang ini kata Fuad adalah satu-satunya binatang paling setia di dunia. Kalau pasangannya mati maka dia tak akan menggantikannya dengan lainnya. Wow
makanya kata Fuad sebaiknya peribahasa «merpati tak pernah ingkar janji» sebaiknya diganti dengan «Owa tak pernah ingkar janji». Soalnya ternyata merpati tak begitu setia-setia banget. Buktinya banyak merpati yang pindah rumah gara-gara terpikat merpati betina lain. |
|
wicak
|
|
Rabu, 10 Oktober 2007 |
|
Poro konco, jadi mekaten ceritanya. Demi memenuhi tuntutan zaman dan persaingan yang semakin berat, «Jelajah» sebagai program yang lumayan tua di Trans TV akan mencoba membuat variasi baru dalam penayangannya. Salah satunya yang akan diuji coba yaitu membuat episode «Jelajah Family». Konsep sederhananya adalah tim «Jelajah» akan mengajak sebuah keluarga awam untuk ikut dalam penjelajahan tim. Dari sini diharapkan akan muncul kejadian-kejadian menarik dan unik untuk dihadirkan di layar kaca.Cita-cita mulianya sih, ingin memberi ruang untuk penonton ikut hadir dalam layar tv. Sebagai pilot project rencananya akan digelar di Gunung Gede kira-kira selama 4-5 hari. Jadi, selama itu, keluarga tersebut akan menjadi sentrum episode. Mungkin nanti ada konflik, romantisme, afeksi, atau bahkan kontrasepsi. .. ups! maksud saya kontradiksi atau apalah
|
|
joko ismoyo
|
|
Minggu, 30 September 2007 |
|
Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis, Fischer 1814) termasuk salah satu jenis satwa mamalia Indonesia yang dilindungi Undang-undang berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Populasi Badak Sumatera beberapa tahun ini sudah sangat langka dan terus mengalami penurunan yang cepat serta dikhawatirkan apabila tidak dilakukan penyelamatan akan punah dalam waktu dekat, akibat perburuan liar dan penyempitan habitat di seluruh pulau Sumatera. Menurut informasi yang diperoleh dari Rhino Protection Unit Taman Nasional Kerinci Seblat, populasi Badak Sumatera pada tahun 1993 di sekitar Air Berau, Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu diperkirakan berjumlah 75 ekor, tetapi pada tahun 1998 jumlahnya berkurang menjadi 27 – 32 ekor, dan pada tahun 2004 diperkitakan hanya tinggal 2 3 ekor, dan jika benar jumlah ini tidak cukup viable untuk mencapai kondisi populasi yang normal. |
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|